KK Gabungan — SPT Tahunan Tanpa THR

Tahun Pajak 2025 · Arie Neto & Feliyanti · Status: Kawin · 2 Anak

TANPA THR
Status SPT
NIHIL
PPh 21 Terutang = Kredit Pajak → Tidak ada kurang/lebih bayar
📋 Dasar Hukum Perhitungan
PP No. 58 Tahun 2023 tentang Tarif Pemotongan PPh Pasal 21 atas Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Wajib Pajak Orang Pribadi
PMK No. 168 Tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan PPh atas Penghasilan sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Pribadi
Tarif TER Bulanan Kategori B (K/2): 0,25% untuk bruto s/d Rp 6.500.000

👤 Data Wajib Pajak

NPWP Suami (Arie) 45.364.315.3-523.000
NPWP Istri (Feliyanti) 45.364.315.3-623.000
Status Kawin Kawin · Pisah Harta (K/I/2)
Jumlah Anak 2 orang

💰 Penghasilan Neto (Tanpa THR)

Wajib Pajak Penghasilan Neto
Arie Neto Rp 74.100.000
Feliyanti Neto Rp 51.300.000
Total Penghasilan Neto Rp 125.400.000

📊 Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Total Penghasilan Neto Rp 125.400.000
(-) PTKP K/I/2 — K/1 + 2×TK/0 = 54.000.000 + 2×(4.500.000+4.500.000) Rp 121.500.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp 3.900.000

🧮 PPh 21 Terutang

Deskripsi Nilai
Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp 3.900.000
× Tarif Pasal 17 Ayat (1a) — Braket Rp 0 s.d. Rp 60 juta 5%
PPh 21 Terutang Rp 195.000

🏦 Kredit Pajak

Sumber Kredit Pajak
Arie — PPh 21 Potongan Pemberi Kerja (A1) Rp 195.000
Feliyanti — Tidak ada pemotongan Rp 0
Total Kredit Pajak Rp 195.000

✅ Status Akhir SPT

PPh 21 Terutang Rp 195.000
(-) Kredit Pajak (A1) Rp 195.000
Selisih (Kurang/Lebih Bayar) Rp 0
Status SPT NIHIL

⚖️ Perbandingan: Tanpa THR vs Dengan THR

PPh 21 Terutang (Tanpa THR) Rp 195.000
PPh 21 Terutang (Dengan THR) Rp 600.000
Selisih — Lebih Bayar jika THR disertakan Rp 405.000
Efek Tanpa THR terhadap PPh 21 Hemat Rp 405.000